Selasa, 28 September 2010

refleksi diri

sebenernya isi entri ini sama aja kayak note di facebook aku yang judulnya refleksi. ini adalah curahan hati seorang melankoli yang berusaha mencari jati diri dan menghadapi tantangan hidup.

"Refleksi Diri"

seringkali semuanya terasa begitu berat, terlalu berat bahkan untuk kupikul. terkadang inginku menyerah pada waktu pada ragaku yang tak mau ikut berpadu manyamakan langkahku, namun ku tahu, seberapa beratpun beban itu pasti kan berlalu dan akan menjadi debu masa lalu. berapapun berat yang harus kupikul, berapapun panjang dan terjal jalanku kutahu aku harus mampu dan pasti mampu melewatinya. karena sesungguhnya ketika berada di tengah puncak kelelahan dan kejenuhan, sedikit waktu adalah begitu berharga.

pada mulanya keinginanku seteguh karang namun seiring berjalannya waktu semuanya bisa menghilang tiba-tiba layaknya debu yang dierbangkan sang bayu. sesaat setelahnya kutemukan pantulan diriku sedang menangis menyesali hilangnya salah satu mimpi, menyesali betapa mudahnya batu karang menjadi serpihan debu..Tuhan beri aku kekuatan, aku..pegang teguhlah impianmu, kawan beri aku kekuatan...bantu aku menyusun kembali debu-debu itu menjadi karang yang benar-benar kokoh...dan takkan ada lagi penggalan kisah karang yang menjadi debu.

Jumat, 24 September 2010

sie acara

di BBS taun ini ga tau kenapa aku bisa masuk di sie acara (kok isoooo) padahal setauku aku itu orang yang memang kurang bisa mengonsep suatu kegiatan...
sejauh ini si lumayan lancar, bernahkodakan Suriyah dan berawakkan mas afwan, ima, aku, prima, yayan, once n vita kami mencoba berlayar mengarungi samudera Bulan bahasa dan seni. semoga kegiatan berjalan lancar dan baikkk...semoga koordinasi dengan pihak dekanat juga bisa lancar amiiin
alhamdulillah ada temen satu kos yang satu sie, jadi kan bisa jadi temen pulang balik kos bareng..
sekian.

refleksi diri

genap seminggu sudah ulang tahun ke 19 ku berlalu
hanya untaian kata maaf yang bisa kusampaikan
maaf ayah maaf bunda
belum mampu kuberikan baktiku
maaf adik, belum mampu kuberikan teladan
maaf kawan tak bisa kusampaikan apapun
maaf kawan tak ada yang bisa aku berikan

yang tak kan mampu aku lupakan
terimakasih
terimakasih pada semuanya
ayah, ibu, adik-adik, teman-teman
kalianlah api dalam lentera hidupku

semoga di tahun ke 19 dalam hidupku ini
semakin banyak hal berarti yang bisa aku berikan
yang bisa aku sumbangkan pada dunia

mimpi

menanti mimpi diatas awan..

kan kurajut segudang mimpi di awan sana

belum mampu kugenggam

namun pasti kugenggam...

yakinlah

karena itulah tangga penghubung ke awan

berbekal benang-benang tekad dan jarum usaha


tiada aral yang mampu hentikan

langkah sang pemimpi cilik