Senin, 13 Desember 2010

ungkapan hati

Bergelung di atas peraduan
Bergulat dengan sang dingin
Yang terasa begitu menusuk tulang kali ini
Dingin kali ini menciptakan sensasi berbeda
Menciptakan ilusi
Seakan di tempat berbeda
Terkadang tanpa sadar erangan tercipta
Dari sumber suara
Merindukan saat-saat aku bisa merengek
Merajuk dan bermanja
Teringat saat itu
Di sebuah tempat kubisa melupakan segala
Dan menjadi diriku seutuhnya
Menjadi seorang anak kecil
Yang rindu belaian bunda
Berebut dengan si bungsu
Bercanda dengan semua
o...
aku rindu

memori kelabu

Saat kini baru kusadari
Sekarang bukanlah dulu
Tak ada lagi mendung kelabu
Yang selalu membayang
Hampir tak pernah bisa
Aku lepas dari bayang itu
Saat kutau
Bahwa segala telah berubah
Ya...
Aku yang selama ini
hidup dalam jurang penderitaan
karena sebuah ilusi yang selalu membayang
ya..
karena kalian dulu
entah mengapa
sampai sekarang belum bisa kujahit
lukaku yang terlanjur dalam
ingin rasanya luka ini menghilang
dan kubuka lagi lembaran
kan kutulis lagi kisah tentang kalian

memori terkelam(mungkin)

Jawab

Pernah suatu ketika
Saat kucari jawab
Dia berkata
Banyak hal telah memaksa kita untuk berubah
Entah disadari atau tidak
Perlahan dan pasti
Kau yang lama akan tersisih
Terkikis dan terganti

Walau tanpa disadari
Mungkin banyak hati
Telah tersakiti
Dan berharap kau kan kembali

Jalanmu kini telah bercabang
Diambang berbagai kemungkinan
Berbagai pilihan
Harapan dan kesempatan

Kau bisa kembali
Kau bisa melanjutkan semua

Sekarang saatnyalah kita memahami
Apa yang sebenarnya tengah terjadi
Dan biarkan mereka memilih jalan mereka sendiri
Sesaat setelahnya dia berhenti berkata
kembali tenggelam dalam pikirannya

Dan kini kutahu
Diapun kini telah berubah
Mereka telah berubah
Akupun (mungkin) telah berubah
Jujur..
Sangat berat terasa
Namun, benar katanya
“dunia terus berputar”
Biarkan itu terjadi
Hanya pahami

Dan aku tahu
Aku benar-benar telah kehilangannya
Yang dulu

Kamis, 09 Desember 2010

kepasrahan

ketika hati terlambat menyadari bahwa perubahan telah terjadi. Terlanjur hati bertepuk namun sang tumpuan tengah gusar dan terlihat tak lama lagi kan berpaling..
Berat tuk akui..tak ada yang istimewa dalam diri dan tak dapat kupungkiri tak ada yang mampu kuberi...

Minggu, 05 Desember 2010

ironi

hahaha
ironis sekali...aku yang pergi merantau kesini dengan cita mulia harus kehilangan destinasi utama di akhir perjalanan hanya karena desakan kerikil tajam yang menusuk telapak tak beralas.
tinggal sedikit dan aku yakin pasti semua terlewat dan pada akhirnya hanya tawa yang bisa terlukis diwajahku. betapa bodohnya aku ini pada masa lalu yang maksudnya saat ini, hanya karena kerikil harus tak mampu melanjutkan perjalanan
pengecut??
ya.. mungkin
lemah??
sangatt

my confuse..

semakin aku ingin lari..semakin jauh aku pergi..tersedot dalam pusaran yang bahkan tak kuketahui namanya
sedikit angin dan goncangan ternyata sudah cukup membuatku buta arah dan tetap stagnan di titik ini..
Meskipun sebenarnya aku tau sejengkal lagi akan kusambut akhir..
Ya akhir, akhir dari 2 perjuangan yang entah mengapa aku duga tak ada yang baik akhirnya..
Ingin aku hindari, bahkan mungkin sedang aku lakukan, namun tak dapat kupungkiri masanya akan segera tiba..tak peduli siap atau tidak..
Yang jelas sampai saat ini aku belum siap untuk sekedar menjahit kembali lukaku dan tak sanggup aku jika harus kurobek lagi hati sang bidadari.

sebenarnya bisa saja aku melakukan sesuatu yang berguna...tapi entah mengapa aku tak ingin..hanya itu..

ternyata tak sesulit itu buat lepas dari facebook.. Ingin menikmati hari tanpa facebook dan hape... Want to enjoy my time alone.. Seems so egoistic huh?