hahaha
ironis sekali...aku yang pergi merantau kesini dengan cita mulia harus kehilangan destinasi utama di akhir perjalanan hanya karena desakan kerikil tajam yang menusuk telapak tak beralas.
tinggal sedikit dan aku yakin pasti semua terlewat dan pada akhirnya hanya tawa yang bisa terlukis diwajahku. betapa bodohnya aku ini pada masa lalu yang maksudnya saat ini, hanya karena kerikil harus tak mampu melanjutkan perjalanan
pengecut??
ya.. mungkin
lemah??
sangatt
Tidak ada komentar:
Posting Komentar