Sabtu, 23 Februari 2013

Yang Muda, Yang Bercerita

        Yang muda, yang bercerita merupakan istilah saya untuk kaum muda yang seharusnya memiliki kepedulian kepada lingkungan sekitarnya (aku sendiri masih dalam proses kesitu, amiin) Pembahasan kali ini, dari artis hingga politisi.
     Akhir-akhir ini ada beberapa kasus yang benar-benar membuat saya bertanya-tanya akan sandiwara macam apa lagi yang tengah terjadi di dunia ini.
1.        
      1. Kasus Raffi Ahmad

Raffi Ahmad, orang Indonesia mana si yang nggak kenal (ibaratnya) dia yang sekarang lagi moncer karirnya tersangkut kasus narkoba. Ya terlepas dia pakai itu dengan disengaja, maksudnya tau yang dia konsumsi apa nggak dan pakai dengan disengaja.

Asas praduga tak bersalah:
Asumsi saya: sangat mungkin ketika dia mengkonsumsi metinon atau apalah itu atas rekomendasi teman. Ketika yang dia tau itu hanya semacam obat booster stamina.

Keanehan:
Saat itu ditemukan dua linting ganja di kamar Raffi, sedangkan di hasil pemeriksaan tidak ada kandungan ganja dalam tubuh Raffi.
Setelah rekan-rekannya dibebaskan, Raffi tidak karena polisi menemukan zat lain yang dikatakan sih merupakan narkoba jenis baru. Padahal kata dokter, di luar negeri itu tidak termasuk dalam kategori psikotropika dan kata orang hukum sih beluma ada undang-undang yang mengatur tentang Catinon itu, jadi secara medis dan hukum sebenarnya tidak apa-apa.
Yang aneh adalah ketika kasus
2.       

           2 Kasus Anas
Anas pernah bersumpah berani untuk digantung di Monas jika dia terbukti korupsi. Sebuah janji yang sangat berani menurut saya. Dan sekarang Anas ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Sesuai dengan pakta integritas PD yang berisi tentang kesediaan untuk keluar dari PD begitu terbukti terlibat kasus korupsi. Anas harus segera lensgser dari jabatan. Sangat pas momennya ketika KPK mengumumkan baru setelah Anas menandatangani pakta, bukan sebelum. Padahal sepertinya surat keputusannya sudah lumayan lama.. hoho
Analisa saya:
Sebelum Anas ditetapkan sebagai tersangka banyak yang sudah menduga kalau Anas akan segera dilengserkan
Sebelum Anas mundur sudah disiapkan penggantinya (kalau belum mau diganti kenapa harus disiapkan, tanda tanya bukan)
Memang PD tidak memecat Anas tapi dengan ketentuan secara otomatis Anas keluar dari PD. (saya menulis ini karena pernah nggak sengaja nonton tayangan yang mengatakan bahwa kami tidak akan menyingkirkan Anas, dan buktinya mereka menyingkirkannya dengan cara yang halus tapi tajam) hoho
Mungkin ketika penandatanganan pakta integritas, Anas sudah menyadari tanda-tanda pelengseran dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar